cara budidaya ikan cupang

Cara Budidaya Ikan Cupang

Keindahan berbagai warna dari tampilan Ikan Cupang membuat orang terpincut untuk memeliharanya, sehingga banyak yang senang membudidayakan Ikan Cupang. Saat ini, budidaya Ikan Cupang cukup populer dikalangan masyarakat Indonesia. Budidaya ikan ini termasuk budidaya yang sangat mudah namun harus ditekuni. Karena ukuran ikan yang tidak terlalu besar, kita tidak perlu memiliki lahan budidaya tersendiri seperti budidaya ikan lainnya, Kita bisa memelihara Ikan Cupang di halaman rumah maupun tempat kosong lainnya.

Ikan Cupang atau yang memiliki nama latin Betta sp ini merupakan salah satu ikan hias di daerah tropis yang paling mudah untuk dibudidayakan. Untuk budidaya ikan ini tidak memerlukan modal yang besar sehingga sangat cocok bagi kita yang ingin memulai bisnis dari rumah. Terlebih saat ini didukung oleh banyaknya permintaan ikan dari berbagai kalangan.

Alat dan Bahan Budidaya Ikan Cupang

Dalam budidaya Ikan Cupang kita harus menyiapkan beberapa alat dan bahan, sebagai berikut:

  1. Selang, berfungsi untuk mengalirkan air dalam proses pembersihan dan pengurasan wadah budidaya.
  1. Seser Halus, Untuk mengambil Ikan Cupang dapat menggunakan seser halus karena ukurannya yang kecil.
  1. Ember dan Mangkok, berfungsi untuk menyeleksi benih ikan berdasarkan ukurannya atau bisa untuk wadah pakan.
  1. pH Meter, alat ini sangat diperlukan untuk mengetahui kualitas keasaman air.

 

Cara Mengawinkan Ikan Cupang yang Benar

cara mengawinkan ikan cupang

Tujuan mengawinkan Ikan Cupang yaitu untuk mendapatkan anakan yang berkuaitas baik. Berikut ini cara yang dapat dilakukan untuk mengawinkan Ikan Cupang:

  • Perkenalkan Ikan Cupang

Sebelum melakukan perkawinan, kita harus mengenalkan kedua indukan terlebih dahulu. Letakkan indukan betina di samping wadah indukan jantan. Jika mereka tidak saling menyerang, tandanya mereka saling tertarik.

  • Amati Perilaku Ikan Cupang

Jika mereka saling tertarik, maka indukan jantan akan menampilkan keindahan siripnya, sedangkan indukan betina akan menundukkan kepala dan menunjukkan garis vertikal tubuhnya.

  • Tanda Ikan Cupang Siap Kawin

Ikan Cupang yang sudah siap kawin ditandai dengan munculnya gelembung udara pada indukan jantan sedangkan pada perut indukan betina akan terlihat kembung dan mulai patuh pada indukan jantan.

  • Melepas Pemisah

Setelah kedua indukan siap kawin, kita dapat melepaskan pemisah diantara mereka. Namun, kita harus selalu mengawasinya karena indukan jantan akan mengejar indukan betina. Jika indukan betina tidak terancam, maka perkawinan bisa dilanjutkan.

  • Ikan Cupang Mengeluarkan Telur

Perkawinan dimulai ketika kedua indukan saling berpelukan dan berada dibawah sarang gelembung. Setelah telur keluar dari ovipositor betina, indukan jantan akan mengambil telurnya dan menaruh satu persatu kedalam gelembung tadi. Hal tersebut terus berlanjut sampai indukan betina selesai mengeluarkan telur.

  • Keluarkan Indukan Cupang

Setelah selesai perkawinan, segera keluarkan indukan betina, jika tidak segera dikeluarkan maka indukan tersebut akan memakan telurnya. Sedangkan indukan jantan dikeluarkan setelah telur mulai menetas.

Langkah-langkah Budidaya Ikan Cupang

Setelah kita mengetahui alat, bahan, dan cara mengawinkan Ikan Cupang, kita juga harus mengetahui langkah-langkah budidaya Ikan Cupang, sebagai berikut:

Memilih Tempat Budidaya Ikan Cupang

tempat budidaya ikan cupang

Pemilihan tempat budidaya Ikan Cupang yang tepat sangat mempengaruhi perkembangan Ikan Cupang. Tempat budiaya Ikan Cupang dapat terbuat dari wadah apa saja, seperti kolam/bak semen, aquarium, maupun wadah lainnya. Wadah untuk perkawinan, pemijahan, anakan, dan pemeliharaan harus disendirikan.

  • Kolam/Bak Semen

Siapkan kolam yang berukuran 1×1 m sampai 2×3 m dengan kedalaman sekitar 25-40 cm. Kolam yang tidak terlalu dalam dapat memberikan oksigen dan sinar matahari yang cukup dalam kolam. Sebelum digunakan, kolam harus dikeringkan, dicuci, dan direndam terlebih dahulu untuk menghindari penyakit dan kenaikan pH kolam.

  • Aquarium

Apabila tidak memiliki kolam semen kita dapat menggunakan aquarium, namun tidak dapat menampung banyak ikan. Kita perlu menyiapkan dan menata aquarium agar bisa memelihara ikan dalam jumlah yang banyak. Kebersihan aquarium lebih terjamin karena mudah dalam pengontrolannya. Ukuran aquarium bervariasi, sebagai berikut:

  1. Aquarium pemeliharaan berukuran 100x40x40 cm dengan ketebalan 5 mm
  2. Aquarium pemijahan dan penetasan telur berukuran 20x20x20 cm dengan ketebalan 3 mm.
  3. Wadah Lain

Wadah lain yang dapat digunakan untuk budidaya Ikan Cupang yaitu bak plastik, tangki fiberglass, botol bekas selai atau air mineral, kerangka bambu/kayu yang berlapis plastik. Semua wadah tersebut dapat digunakan asalkan selalu terjaga kebersihannya.

Jangan lupa  juga memberikan tanaman hijau di wadah pemeliharaan. Tanaman tersebut dapat berupa kapu-kapu maupun eceng gondok. Namun sebelum memasukkan ikan kedalam wadah, terlebih dahulu kita berikan air setinggi 10-15 cm atau sesuai dengan wadahnya dan dibiarkan selama 2 hari.

Baca Juga: Cara Budidaya Ikan Nila Lengkap Step by Step!

Memilih Indukan Ikan Cupang

jenis jenis ikan cupang

Sebelum kita melakukan pemijahan Ikan Cupang, alangkah baiknya kita harus memastikan bahwa indukan jantan dan indukan betina Ikan Cupang telah siap kawin atau berada pada fase matang gonad. Dengan indukan yang memiliki kualitas bagus, maka nantinya akan menghasilkan burayak (anak cupang) yang memiliki kualitas sama seperti induknya. Kita bisa memulai dengan membeli dua atau tiga pasang Ikan Cupang yang aktif, tidak cacat, dan memiliki warna yang indah (cerah).

Kita bisa melihat kualitas indukan Ikan Cupang melalui ciri-ciri dari indukan sebagai berikut:

Indukan JantanIndukan Betina
a.    Berumur 5-6 bulan.a.    Berumur 4-6 bulan.
b.    Memiliki bentuk badan yang panjang dan ramping.b.    Memiliki bentuk badan yang pendek dan gemuk.
c.     Memiliki warna yang mengkilap dan cerah.c.     Memiliki warna yang tidak secerah indukan jantan
d.    Memiliki ekor yang panjang dan mengembang seperti kipas.d.    Memiliki ekor yang mengembang.
e.    Sehat, tidak terdapat kecacatan, dan berasal dari genotip yang baik.e.    Sehat, tidak terdapat kecacatan, dan berasal dari genotip yang baik.
f.      Memiliki dasi yang panjang.f.      Memiliki dasi yang lebih pendek.

Indukan jantan yang siap untuk dipijah memiliki garis vertikal berwarna putih yang terdapat di badan serta insangnya, pada bagian perutnya apabila dipegang terasa lunak dan membesar, warna ikan lebih cerah, kelamin/pena dibagian perut lebih menonjol (titik putih), dan gerakannya lebih pasif.

Indukan betina yang siap untuk dipijah memiliki garis vertikal berwarna putih yang terdapat pada insangnya, mengumpulkan busa untuk tempat menempelkan telurnya, warna ikan semakin cerah, dan gerakannya lebih agresif.

Pemijahan Ikan Cupang

pemijahan ikan cupang

Dalam sekali pemijahan, Ikan Cupang dapat menghasilkan sampai 1000 telur. Namun, hanya dapat menetas sekitar 30-50 telur saja. Penetasan tersebut membutuhkan waktu sekitar 24 jam.

Apabila kita sudah memiliki indukan berkualitas bagus dan siap untuk dikawinkan, maka kita bisa melakukan proses pemijahan. Berikut ini cara pemijahan Ikan Cupang:

  1. Ambil wadah baskom/aquarium yang berukuran kurang lebih 20x20x20 cm serta sudah diisi menggunakan air tanah/air sungai dengan tinggi 10-15 cm. Wadah tersebut juga sudah diisi dengan beberapa batu/hiasan tanaman air lainnya.
  2. Masukkan indukan jantan ke dalam wadah tersebut dan biarkan selama satu hari penuh. Hal tersebut dilakukan untuk memberikan waktu Indukan jantan agar menghasilkan gelembung udara. Gelembung udara tersebut berfungsi untuk menyimpan telur yang sudah dibuahi. Jika belum membuat gelembung, kita bisa memancingnya menggunakan indukan betina dengan cara memasukkan indukan betina kedalam toples kecil dan diletakkan di dalam wadah indukan jantan.
  3. Satukan kedua indukan jantan dan indukan betina jika indukan jantan telah membuat gelembung udara.
  4. Waktu yang tepat untuk pemijahan yaitu pukul 07.00-10.00 WIB atau pukul 12.00-14.00 WIB.
  5. Tutup wadah dengan kain/koran dan jauhkan dari jangkauan manusia serta keramaian.
  6. Apabila sudah terjadi pembuahan akan terdapat telur pada gelembung udara indukan jantan. Kita harus segera memisahkan kedua indukan tersebut agar telur tidak dimakan oleh indukan betina.
  7. Telur tersebut nantinya akan dijaga dan dirawat oleh indukan jantan.
  8. Setelah sehari penuh, telur tersebut akan menetas menjadi burayak, burayak tersebut memiliki nutrisi dari kuning telur sehingga kita tidak perlu memberikan makan selama tiga hari.
  9. Setelah tiga hari, berikan makan burayak secukupnya.
  10. Setelah berumur dua minggu, pisahkan ikan cupang dengan indukan jantan.
  11. Setelah berumur 1,5 bulan, ikan cupang akan terlihat semakin besar dan kita bisa memisahkan Ikan Cupang jantan dan Ikan Cupang betina.

Perawatan Anakan Ikan Cupang

perawatan anakan ikan cupang

Perawatan burayak Ikan Cupang mejadi tantangan tersendiri bagi pembudidaya. Pasalnya ketika burayak berusia satu sampai dua minggu harus mendapatkan perhatian yang ekstra. Apabila perawatan kurang tepat ataupun salah, burayak akan mati.

Berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan untuk bisa merawat burayak menjadi Ikan Cupang tumbuh besar dan dewasa:

  • Pemilihan Wadah yang Tepat

Apabila kuning telur dalam burayak sudah habis dan mulai berenang secara normal, kita dapat memindahkan burayak ke wadah yang lebih besar atau bisa juga pada wadah semen.

Tujuannya pemindahan: Agar burayak tidak terinfeksi penyakit dan parasit dari burayak yang sudah mati. Jika terdapat titik pada bagian tubuh dan mukanya maka sudah dapat dipastikan burayak terkena parasit. Dalam satu burayak dapat dihinggapi sekitar lima parasit. Apabila sudah terinfeksi, burayak akan tumbuh cacat bahkan akan mati.

  • Pemberian Pakan yang Tepat

Setelah hari ke_empat, burayak sudah dapat diberikan makanan. Jangan pernah memberikan pakan yang berlebih kepada burayak, serta usahakan tidak ada pakan yang tersisa dalam wadah.

  • Lakukan Penyifonan

Peyifonan harus dilakukan secara hati-hati dan secara berskala, kegiatan ini dapat dilakukan menggunakan selang, baru kemudian kita dapat menambahkan air baru yang sebelumnya sudah diendapkan. Peyifonan dilakukan ketika burayak berusia 1,5 bulan atau sudah memiliki bentuk yang baik.

Tujuannya: Untuk membuang kotoran dari indukan.

  • Kondisi Air

Kondisi air dalam perawatan burayak sangat penting, kita harus mengganti air secara rutin setiap 3 sampai 4 hari sekali.

Makanan Burayak Ikan Cupang

makanan anakan ikan cupang

Seperti yang kita ketahui, mulai burayak berusia 4 hari sudah dapat diberikan makanan. Pakan dapat diberikan secara rutin selama 3 sampai 4 kali dalam sehari. Berikut ini makanan yang dapat diberikan kepada burayak sampai tumbuh besar dan dewasa:

  • Umur 4 Hari sampai 2 Minggu

Pada umur 4 hari sampai 2 minggu, burayak dapat diberikan makan berupa kutu air. Tujuannya untuk mempercepat pertumbuhan dan mempertajam warna.

  • Umur 2 Minggu sampai 3 Minggu

Pada umur 2 minggu sampai 3 minggu, burayak dapat diberikan makan berupa cacing sutra, chironomus sp, ataupun vinegar eels, namun pemberian kutu air tetap diberikan. Tujuannya juga untuk mempertajam warna.

  • Umur 3 Minggu sampai 5 Minggu

Pada umur 3 Minggu sampai 5 minggu, burayak sudah siap untuk dilakukan pendederan dan dapat dipindahkan ke wadah yang lebih besar lagi. Pakan yang diberikan sama, hanya saja porsi pemberiannya lebih banyak dan pergantian air harus berskala.

  • Umur 5 Minggu sampai 8 Minggu

Pada umur 5 Minggu sampai 8 minggu, pemberian makanan sudah mulai bermacam-macam, seperti jentik nyamuk, kutu air, dan bloodworm. Hal tersebut dikarenakan burayak sudah memiliki organ labirin dan mulai mengambil oksigen langsung di udara. Tujuannya untuk memperkuat tubuh dan tulang ekor serit ikan.

  • Umur 8 Minggu atau 2 Bulan Keatas

Pada umur 8 minggu atau 2 bulan keatas, ikan cupang dapat diberikan pakan berupa kutu air, jentik dewasa, daging udang dipotong kecil-kecil, dan cacing sutra hidup, dan cacing beku. Tujuannya memperkuat tubuh dan tulang ekor serit ikan,

Keuntungan dan Kerugian Budidaya Ikan Cupang

keuntungan dan kerugian

Setiap usaha yang dijalankan pastinya akan mengalami keuntungan dan kerugian. Berikut ini keuntungan dan kerugian budidaya Ikan Cupang yang perlu kita ketahui:

Kelebihan:

  • Harga Terjangkau. Harga Ikan Cupang mulai dari 10.000 sampai ratusan ribu, tergantung dari bentuk dan jenis Ikan Cupang.
  • Keindahan Bentuk dan Warna. Ikan Cupang dikenal sebagai ikan hias yang memiliki warna sangat cantik. Warna tersebut dapat dilihat dari siripnya. Semakin indah warna dan bentuk ikan, maka harga yang ditawarkan juga semakin tinggi.
  • Gerakan Unik. Semakin agresif Ikan Cupang, maka keindahannya akan semakin terlihat.
  • Banyak penggemar dan komunitasnya, sehingga bisa berpeluang sebagai target market dari penjualan hasil budidaya ikan cupang.

Kekurangan:

  • Tidak Mudah Dibudidayakan.

Dalam budidaya Ikan Cupang tergolong gampang-gampang susah, hal terebut dikarenakan sifat agresifnya. Keagresifan indukan betina terlihat pada saat memakan telurnya. Sedangkan keagresifan indukan jantan terlihat lebih menguasai telurnya.

  • Sensitif pada pH Air.

Tingkat pH yang cocok yaitu 6,2-7. Jika nilai pH tidak sesuai, ikan akan mengalami kematian. Sehingga penting bagi pembudidaya untuk mempelajari tentang pH air.

Tinggalkan komentar

Nilai kami*