Cara Budidaya Ikan Nila

Berbicara mengenai Ikan Nila tentunya yang ada difikiran kita berupa ikan yang dapat dikonsumsi. Selain bisa dikonsumsi, ikan ini tentunya juga bisa kita budidayakan. Budidaya Ikan Nila sendiri cukup mudah dan tidak sulit.

Ikan Nila memiliki kemampuan adaptasi yang baik dengan lingkungannya. Selain itu, ikan ini juga sangat mudah berkembang biak. Ikan Nila dan Ikan Mujaer memiliki sifat yang mirip, dikarenakan kedua ikan ini masih satu kerabat.

Ikan Nila merupakan jenis hewan omnivora atau biasa kita sebut dengan omnivora. Ikan ini banyak ditemukan di alam bebas seperti sungai, waduk, rawa, maupun danau, Makanan alaminya berupa tumbuhan air, plankton, serta berbagai macam hewan air lainnya. Meskipun dapat ditemukan di alam bebas, kita juga dapat membudidayakannya menggunakan berbagai macam jenis kolam.

Sebelum membudidayakan Ikan Nila, alangkah baiknya apabila kita mengetahui beberapa hal yang harus kita persiapkan. Hal tersebut antara lain persiapan kolam, memilih benih, penebaran benih, harga bibit, cara memelihara supaya cepat besar, kebutuhan pakan sampai panen, serta cara panen.

Persiapan Kolam Ikan Nila

Budidaya Ikan Nila dapat dilakukan pada berbagai macam jenis kolam, diantaranya kolam terpal, kolam tanah, ember, dan kolam beton.

Budidaya Ikan Nila di Kolam Terpal

kolam ikan nila terpal

Budidaya menggunakan media kolam terpal sangat cocok dilakukan untuk pembudidaya pemula. Menggunakan media ini sangat menguntungkan karena tidak membutuhkan tempat yang luas serta mendapatkan hasil panen yang maksimal.

Dalam mempersiapkan Kolam Terpal, kita dapat membuat kolam sendiri atau untuk menghindari kesalahan dalam pembuatan kolam, kita dapat membeli kolam yang sudah jadi. Harga pembelian kolam terpal jadi juga cukup murah.

Ukuran kolam Ikan Nila ini sangat bervariasi, hal tersebut tergantung dengan kebutuhan yang kita inginkan. Apabila menginginkan usaha budidaya Ikan Nila berskala besar, kita dapat menggunakan kolam terpal yang berbentuk bulat.

Budidaya Ikan Nila di Kolam Tanah

kolam tanah ikan nila

Budidaya Ikan Nila menggunakan jenis kolam tanah merupakan budidaya yang paling banyak digunakan. Cara pembuatan kolam jenis ini sangat mudah dan tidak membutuhkan biaya yang mahal. Keunggulan lain dari jenis kolam ini yaitu kita dapat mengurangi pembelian pakan karena kolam tanah ini menjadi tempat tumbuhnya hewan maupun tumbuhan yang dapat dijadikan sebagai pakan alami dari Ikan Nila.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, maka kita harus mempersiapkan kolam dengan baik. Mulai dari pengeringan dasar kolam, pembajakan tanah, pengapuran, pemupukan, sampai pengairan.

Budidaya Ikan Nila di Ember

kolam ember ikan nila

Cara budidaya ini biasa dikenal dengan sistem aquaponic. Sistem aquaponic merupakan sistem budidaya ikan yang menggabungkan dengan hidroponik yang biasa tumbuh dengan sistem aquakultur. Tumbuhan yang bisa digunakan dalam sistem ini adalah kangkung.

Dalam sistem aquaponic ini nantinya air yang telah digunakan ikan dapat bermanfaat untuk tanaman agar mendapatkan cukup nutrisi dari ikan sehingga dapat tumbuh dengan baik. Selanjutnya didaur ulang kembali ke dalam tangki ikan.

Apabila kualitas air dalam ember buruk dengan ditandai air yang berbau busuk serta kualitas makan Ikan Nila yang menurun, maka segera ganti air yang ada di ember. Caranya dengan melakukan penyedotan kotoran yang ada di dalam ember menggunakan selang. Waktu ideal penggantian air biasanya 10-14 hari sekali.

Budidaya Ikan Nila di Kolam Beton

kolam ikan nila beton

Cara budidaya Ikan Nila ini berbeda dengan cara budidaya Ikan Nila di kolam terpal. Cara budidaya dengan kolam jenis inicukup mudah sehingga dapat memberikan keuntungan yang menjanjikan.

Kita harus menyiapkan kolam beton yang dijadikan tempat budidaya terlebih dahulu. Setelah kolam selesai dibersihkan, maka kita dapat melakukan pengapuran kolam dan dilanjutkan dengan pemupukan pupuk kandang. Kemudian kolam diisi air dan dilakukan penyemprotan pestisida. Baru kolam diisi setinggi 150 cm dan tutup saluran inlet dan outlet kolam.Biarkan air tergenang selama kurang kebih 1 minggu baru kita bisa menebarkan benih.

Memilih Benih Ikan Nila

benih ikan nila

Supaya mendapatkan hasil panen yang berlimpah dan menguntungkan, tentunya kita perlu menggunakan benih Ikan Nila yang memiliki kualitas yang baik. Namun, hal tersebut harus diimbangi dengan pemeliharaan yang tepat. Kita dapat memperoleh benih Ikan Nila melalui pembibitan yang dilakukan sendiri maupun melalui pembelian benih dari orang lain.

Benih Ikan Nila yang akan kita tebar sangat mempengaruhi budidaya yang kita lakukan. Maka dari itu, kita wajib menggunakan benih yang memiliki kualitas super. Benih yang bagus dapat kita lihat melalui bentuk dan ciri ikan tersebut. Benih ikan yang berkualitas baik akan memiliki tingkat kematian yang rendah.

Berikut ini cirri-ciri benih Ikan Nila yang memiliki kualitas baik:

  1. Memiliki ukuran dan bentuk tubuh yang sama
  2. Benih terlihat gesit dan aktif
  3. Tidak terdapat luka ataupun cacat pada tubuhnya
  4. Tidak memiliki penyakit
  5. Memiliki respon cepat terhadap rangsangan

Penebaran Benih Ikan Nila

penebaran benih nila

Dalam melakukan penebaran benih Ikan Nila tentunya tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Penebaran harus dilakukan menggunakan teknik. Teknik penebaran ini sangat penting dilakukan untuk mengurangi kaget dan stres pada benih karena perbedaan suhu dalam air. Jika kita salah melakukan penebaran benih maka benih ikan akan mengalami kematian.

Apabila benih dalam kemasan wadah plastik, maka kita harus memasukkan bersama air kedalam wadah tersebut. Kita dapat memasukkan secara bersamaan dengan memasukkan kantong plastik air ke dalam kolam. Waktu yang paling bagus yaitu pada saat sore hari.

Jika benih yang kita tebar memiliki kualitas yang kurang baik, maka kitadapat melakukan suci hama dengan cara memasukkan benih ke dalam larutan kalium permangat dengan konsentrasi 4-5 ppm selama kurang lebih 20menit. Hal tersebut penting dilakukan agar benih terhindar dari penyakit yang mematikan.

Harga Bibit Ikan Nila

Sebelum memutuskan untuk melakukan budidaya Ikan Nila, maka alangkah baiknya jika kita mengetahui beberapa hal yang penting, diantaranya mengathui harga bibit benih Ikan Nila terlebih dahulu. Untuk dapat merencanakan anggaran dengan baik, maka kita harus selalu memantau harga benih Ikan Nila. Berikut ini harga benih Ikan Nila per ekor di pasaran yang terbaru. Harga tersebut dapat berubah sewaktu-waktu karena menyesuaikan dengan lokasi, kondisi permintaan, dan persediaan dari bibit Ikan Nila tersebut.

Ukuran (cm)Isi (ekor)Harga
2-38.000Rp. 1.250.000
3-46.000Rp. 1.250.000
3-55.000Rp. 1.300.000
4-64.000Rp. 1.300.000
5-73.000Rp. 1.350.000

Cara Memelihara Ikan Nila Supaya Cepat Besar

cara memelihara ikan nila

Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi lamanya pemeliharaan Ikan Nila. Berikut ini beberapa faktor pemeliharaan Ikan Nila supaya cepat besar:

Menggunakan Jenis Ikan Nila yang Unggul

Ada beberapa jenis Ikan Nila yang unggul dan bisa dibudidayakan di Indonesia, antara lain Ikan Nila JICA, Gesit, Nirwana, Jatibulan, Best, Larasati, Srikandi Nirwana II, Sultana, Anjani, Nilasa, Pandu, Kunti, dan Nila GIFT.

Dari beberapa jenis Ikan Nila diatas, jenis Ikan Nila yang paling unggul yaitu Ikan Nila GIFT (Genetic Improvement for Farmed Tilapia). Keunggulan dari ikan jenis ini yaitu pertumbuhan yang cepat dan produktivitas yang tinggi.

Budidaya Ikan Nila secara Monosex

ikan nila monosex

Budidaya pembesaran Ikan Nila secara monosex yaitu pemeliharaan ikan yang memiliki kelamin sama. Budidaya dengan cara ini lebih menguntungkan dibandingkan budidaya secara campuran. Hal ini disebabkan karena sifat Ikannila yang mudah memijah, sehingga apabila budidaya secara campuran energi ikan akan habis untuk memijah. Tidak hanya itu saja, pertumbuhannyapun juga akan terhambat.

Kolam Pemeliharaan Ikan yang Baik

Seperti yang kita ketahui kolam menjadi habitat hidup dan tumbuhnya Ikan Nila. Kondisi kolam snagat mempengaruhi cepat atau lambatnya pertumbuhan Ikan Nila. Beberapa parameter yang harus diperhatikan untuk menjaga kualitas kolam yaitu jenis tanah, onyur lahan, tat letak kolam, dan slauran air.

Kualitas Air Kolam

Air yang ada di kolam juga sangat berpengaruh untuk pertumbuhan Ikan Nila. Jika kualitas air dalam kolam buruk maka akan menimbulkan berbagai macam penyakit sehingga air dalam kolam harus secara rutin diganti.

Kualitas air yang baik dalam kolam harus memenuhi kriteria sebagai berikut:

  1. Ph Air antara 6,5-8,6
  2. Suhu air antara 25-30o C
  3. Kadar DO > 5 mg/l
  4. Salinitas air 0-28 ppt
  5. Amonia < 0,02 ppm

Baca Juga: Cara Budidaya Ikan Cupang Praktis, Efektif dan Untung!

Kebutuhan Pakan Ikan Nila Sampai Panen

Pakan merupakan faktor yang terpenting dalam budidaya Ikan Nila.Dalam budidaya Ikan Nila, biaya pakan mencapai 60% dari total biaya produksi. Apabila kebutuhan pakan terhambat maka ukuran daging ikan tidak sesuai dan bisa menyebabkan kematian pada ikan.

Dalam pakan Ikan Nila harus mengandung protein, karbohidrat, dan juga lemak. Ketiga kebutuhan dasar ikan jika tidak terpenuhi akan menyebabkan pertumbuhan ikan yang terhambat.

Berikut ini daftar pakan yang dapat diberikan pada saat budidaya Ikan Nila:

Daun Talas

daun talas

Jenis pakan ini sangat tepat jika diberikan Ikan Nila karena mengandung protein, karbohidrat, serta lemak yang memang sangat dibutuhan untuk pertumbuhan Ikan Nila. Selain itu, daun talas juga mengandung zat besi, kalsium, fosfor, polifenol, dan beberapa vitamin yaitu A, B1, dan juga vitamin C.

Kangkung

kangkung

Selain daun talas kangkung juga merupakan salah satu jenis pakan ikan yang berkualitas, karena kandungannya yang cukup lengkap yaitu Protein, Karbohidrat, dan juga Lemak. Pemberian jenis pakan kangkung dilakukan dengan cara memotong menjadi kecil-kecil dan membiarkan kangkung di dalam kolam dan tumbuh dengan sendirinya. Sehingga ikan dapat memakannya setiap saat.

Dedak

dedak

Jika Ikan Nila masih kecil, maka dedak menjadi pakan yang cocok. Dedak atau biasa dikenal dengan bekatul mempunyai kandungan nutrisi antara lain :Lemak, Karbohidrat, Protein, Natrium, kalium, Kalsium, Vitamin B12, Zat Besi, Vitamin B6, dan Magnesium.

Sisa Nasi

sisa nasi

Jika kita memiliki sisa nasi, maka bisa kita berikan untuk pakan Ikan Nila. Sisa Nasi mempunyai Kandungan nutrisi karbohidrat dan protein yang dapat mendukung untuk pertumbuhan Ikan Nila. Pemberian sisa nasi ini dapat dicampurkan dengan dedak atau bisa langsung diberikan ke dalam kolam Ikan Nila.

Baca Juga: 18 Jenis Pakan Nila Untuk Panen Maksimal [LENGKAP]

Lumut

lumut

Lumut juga dapat bermanfaat untuk mempercepat pertumbuhan Ikan Nila. Selain bisa mengenyangkan, lumut ternyata mengandung senyawa yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh.

Azolla

azolla

Aqua Friends, pakan ikan nila jenis azolla ini tidak kalah unggulnya dengan pakan alternatif yang lainnya. Ini dikarenakan kandungan proteinnya yang cukup tinggi antara 24-30 %.

Ampas Kelapa

ampas kelapa

Jika kita sudah tidak menggunakan ampas kelapa lagi, maka bisadiberikan ke Ikan Nila sebagaipakan. Kandungan protein kasar yang terdapat diampas kelapa mencapai 11,35 % dan juga kandungan serat yang begitu mudah dicerna merupakan keunggulan tersendiri jika digunakan untuk pakan ikan nila. Selain itu, ampas kelapa mengandung lemak kasar 23,36 %, Serat makanan 5,72 %, serat kasar 14,97 %, kadar abu 3,04 %, dan mengandung kadar air 11,31 %.

Eceng Gondok

eceng gondok

Eceng gondok dapat dimanfaatkan untuk pakan Ikan Nila Enceng gondok kering mengandung protein 13%. Pembuatan pakan ikan menggunakan eceng gondok dapat dilakukan dengan cara mengeringkannya dan dibuatnya tepung dan diberikan sebagai makanan.

Panen Ikan Nila

panen ikan nila

Waktu yang diperlukan untuk budidaya Ikan Nila mulai dari penebaran benih sampau panen mengacu pada kebutuhan pasar. Ukuran Ikan Nila pada pasar dalam negeri antara 300-500gr/ekor. Untuk memelihara  Ikan Nila menjadi ukuran tersebut memerlukan wkatu sekitar 4-6 bulan.

Pemenenan Ikan Nila dapat dilakukan secara total maupun sebagian.  Berikut ini cara memanen Ikan Nila secara total dan sebagian:

Panen Total

Panen total dapat dilakukan dengan cara menguras kolam sampai ketinggian air tinggal 10 cm. Petak pemanen ikan dibuat sekitar 1m2 di depan pintu pengeluaran (monnik), sehinga akan memudahkan dalam penangkapan ikan.

Panen Sebagian

Panen sebagian atau biasay disebut dengan panen selektif. Dalam panen ini tanpa dilaukan pengurasan kolam. Cukup dengan memilih ikan yang akan dipanen.  Panen dapat dilakukan dengan mengunakan waring yang diatasnya telah ditaburi umpan (dadak). Ikan yang tidak terpilih (biasanya terluka akibat jaring) sebelum dikembalikan ke dalam kolam sebaiknya di pisahkan dan diberikan obat dengan larutan malachite gree 0,5-10 ppm selama 1 jam.

Langkah pemanennan sebenarnya sederhana saja, Hal hal yang perlu dilakukan adalah menghindari ikan nila yang terluka dan menghindari ikan nila stres jika inggin dijual dalam keadaan hiduo dan segar.

Hai! Aku Ade, alumni Informatika - Universitas Muhammadiyah Surakarta. Tertarik dengan dunia ikan dan aquascape dan tentu dengan hal-hal menarik lainnya. Mari berteman! :)

Tinggalkan komentar