Pakan Ikan Nila

Peminat budidaya ikan nila cukup banyak karena harga jual ikan yang tinggi, modal awal tergolong ringan, dan perlengkapan yang dibutuhkan sederhana. Agar mendapatkan kualitas ikan yang unggul, pakan ikan nila menjadi faktor penting sehingga penentuan jenis pakan baik alami maupun buatan harus mempertimbangkan kelebihan dan kekurangannya.

Kandungan wajib yang ada dalam pakan agar membuat ikan cepat besar antara lain protein, lemak, karbohidrat, vitamin khususnya vitamin C, dan mineral. Pada pakan buatan, Aqua Friends dapat memilih kandungan gizi yang takarannya sesuai dengan kebutuhan ikan. Namun, khusus pakan alami harus meracik sendiri menggunakan sayuran dan sisa makanan, atau merangsang plankton agar dapat tumbuh di dalam kolam.

Pakan Ikan Nila Alami

eceng gondok

Berikut jenis-jenis pakan alami yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ikan nila. Kelebihan dan kekurangan dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam memilih:

Plankton dan Fitoplankton

Kelebihan:

  1. Memiliki kandungan serat yang tinggi sehingga mampu menyehatkan sistem pencernaan;
  2. Mengandung protein yang kadarnya 21 hingga 37%;
  3. Merangsang ikan untuk memasuki masa kawin;
  4. Jumlah plankton dan fitoplankton cukup melimpah dan ikan bisa mencarinya sendiri di dalam kolam.

Kekurangan:

  1. Membutuhkan penanganan khusus untuk menumbuhkan fitoplankton di kolam. Caranya adalah rajin memberikan pupuk saat awal membuat kolam;
  2. Memerlukan waktu yang lama dalam menumbuhkan plankton dan fitoplankton agar jumlahnya mencukupi;
  3. Memiliki resiko kematian yang justru akan mempengaruhi pertumbuhan ikan.

Azolla Pinnata

Kelebihan:

  1. Memiliki kandungan protein dalam kadar tinggi yaitu antara 24 hingga 30% sehingga mencukupi sebagai sumber energi;
  2. Mengandung serat dengan kadar sekitar 12% yang sangat tinggi untuk mengoptimalkan pertumbuhan;
  3. Memiliki ukuran yang kecil sehingga dapat dengan mudah dimakan oleh ikan nila yang masih muda.

Kekurangan:

  1. Kandungan protein akan menurun apabila dipakankan pada ikan dalam keadaan basah;
  2. Tidak mengalami pertumbuhan yang cepat kecuali saat cuaca yang teduh dan lahan yang subur;
  3. Mudah layu dan mati apabila terpapas sinar matahari dalam jangka waktu lama.

Lemna SP

Kelebihan:

  1. Mengalami pertumbuhan yang begitu cepat hingga 40% setiap harinya;
  2. Memiliki kandungan protein antara 10 hingga 45% sehingga pertumbuhan ikan menjadi maksimal;
  3. Dapat diberikan dalam kondisi kering ataupun basah karena kandungannya tidak hilang.

Kekurangan:

Serat kasar yang dimiliki Lemna SP tergolong tinggi yaitu 23,47%. Dampak negatifnya adalah memperlambat proses pencernaan dan penyerapan nutrisi yang dibutuhkan ikan. Kadar serat kasar yang baik untuk menunjang pertumbuhan nila hanya boleh berada di kisaran 4 hingga 8%.

Wolffia

Kelebihan:

  1. Mengalami pertumbuhan yang lebih cepat dari Lemna SP;
  2. Memiliki bentuk yang sangat kecil sehingga bisa dipakankan ke ikan nilai saat masih proses pembenihan;
  3. Kaya akan kandungan protein yang mencapai 31,05%, karbohidrat sebesar 32,38%, dan lemak sejumlah 4,94%.

Kekurangan:

  1. Sebagai tumbuhan air, Wolffia memiliki kadar air yang tinggi sehingga berat saat panen dan setelah ditimbang akan menyusut hampir 90%;
  2. Mudah mati saat berlebihan menerima panas;
  3. Memiliki ukuran yang terlalu kecil sehingga kurang cock untuk pakan nila yang berukuran besar.

Daun Talas

Kelebihan:

  1. Mudah tumbuh tanpa membutuhkan perawatan khusus;
  2. Kaya akan kandungan yang mempercepat pertumbuhan dan menambah bobot nila yaitu protein, karbohidrat, lemak, zat besi, vitamin, dan kalsium;
  3. Menghemat biaya untuk pengeluaran pakan karena dapat melepaskan ikan nila dari ketergantungan terhadap pelet.

Kekurangan:

  1. Membutuhkan waktu untuk memotong daunnya yang lebar sehingga lebih mudah dimakan oleh ikan. Pemberian daun dalam keadaan utuh akan menyulitkan ikan nilai berukuran kecil;
  2. Mudah membusuk apabila tidak habis dimakan oleh ikan sehingga harus dikira-kira dengan tepat jumlah daun yang dibutuhkan.

Kangkung

Kelebihan:

  1. Memiliki nutrisi lengkap yang dibutuhkan untuk perkembangan nila. Kandungannya antara lain protein, karbohidrat, kalsium, zat besi, lemak, vitamin A, vitamin C, dan fosfor;
  2. Dapat hidup di permukaan kolam sehingga nila bisa memakannya sewaktu-waktu;
  3. Menghemat biaya pakan ikan.

Kekurangan:

  1. Permukaan daunnya kerap dihinggapi lintah sehingga beresiko tinggi terkontaminasi telurnya. Dampak negatif untuk ikan adalah dapat merusak jaringan dan menyebabkan anemia;
  2. Kadar serat kasarnya mencapai 16% yang termasuk tinggi. Dampaknya akan sukar dicerna ikan nila yang hanya membutuhkan kadar 8% saja.

Daun Singkong

Kelebihan:

  1. Merupakan pakan ikan nila yang memiliki nutrisi cukup yang dibutuhkan nila seperti protein dengan kadar 28%, lemak dengan kadar 13%, kalsium 1,4%, fosfor 0,3% dan lysin 2%;
  2. Dapat tumbuh dengan mudah dan cepat tanpa mendapatkan perawatan yang khusus.

Kekurangan:

Memiliki kandungan serat kasar melebihi yang dibutuhkan ikan nila, yaitu 17%. Solusinya adalah perlu mengolah daun singkong dengan cara fermentasiĀ  sehingga menghasilkan tepung singkong. Tujuannya adalah menurunkan kadar serat kasar. Prosesnya rumit dan membutuhkan waktu.

Lumut

Kelebihan:

  1. Membuat ikan nila cepat kenyang;
  2. Memiliki kandungan yang menyehatkan antara lain antibakteri, terpenoid untuk antijamur, flavanoid untuk antioksidan, antivirus, dan steroid untuk merangsang hormon pertumbuhan;
  3. Dapat tumbuh sendiri di kolam, mudah dicari di sungai atau sawah, dan mudah dibudidayakan.

Kekurangan:

  1. Permukaan lumut mudah dihinggapi oleh berbagai macam kotoran;
  2. Lumut yang berada di dasar kolam dapat tertimbun endapan lumpur;
  3. Memerlukan usaha untuk membersihkan dasar kolam apabila membiarkan lumut tumbuh sebagai pakan;
  4. Lumut yang dibudidayakan harus dicuci sebelum dipakankan.\

Sisa Sayuran

Kelebihan:

  1. Memanfaatkan sayuran yang sudah tidak terpakai sehingga tidak dibuang sia-sia;
  2. Harganya lebih murah dan bisa dapat banyak;
  3. Kaya akan kandungan gizi, misalnya mentimun untuk menambah energi, sawi putih dan wortel untuk meningkatkan sistem imun, dan kubis untuk menyehatkan sistem pencernaan.

Kekurangan:

  1. Terkadang memiliki bau yang kurang sedap sehingga harus dicuci hingga bersih;
  2. Kandungan nutrisinya sudah berkurang sehingga membutuhkaan pengolahan khusus lebih lanjut, contohnya dengan cara difermentasi. Penambahan bahan lain seperti bakteri asam lakta juga diperlukan untuk mengontrol jumlah nutrisi.

Ampas Kelapa

Kelebihan:

  1. Kaya akan kandungan serat makanan hingga 5,72% yang mudah dicerna oleh ikan nila;
  2. Mengandung protein dengan kadar sekitar 11,35%, dan lemak sebanyak 23,36%;
  3. Cepat mengenyangkan;
  4. Merangsang kenaikan bobot nila dalam takaran yang sehat;
  5. Harganya murah.

Kekurangan:

  1. Memiliki kandungan lisin yang rendah sehingga tidak dapat menurunkan kadar kolesterol jahat pada ikan;
  2. Memiliki kandungan methonine yang sedikit sehingga tidak menunjang peningkatan bobot ikan;
  3. Memiliki kadar serat kasar yang tinggi;
  4. Membutuhkan pengolahan lebih lanjut seperti fermentasi.

Dedak

Kelebihan:

  1. Mampu mempercepat pertumbuhan ikan nila berkat kandungan seperti protein sebanyak 18%, karbohidrat sebanyak 66%, dan lemak sebanyak 7%;
  2. Harga relatif murah untuk ukuran yang banyak;
  3. Memiliki tekstur yang halus sehingga cocok digunakan untuk pakan ikan nila yang berukuran kecil.

Kekurangan:

  1. Memiliki kandungan serat kasar mencapai 13% yang melebihi kebutuhan serat kasar ikan nila;
  2. Memiliki senyawa fitat yang berdampak negatif karena mengikat protein dan mineral. Akibatnya, enzim pencernaan akan kesulitan untuk memprosesnya.
  3. Membuat kolam mudah keruh apalagi jika masih banyak sisa.

Sisa Nasi

Kelebihan:

  1. Memanfaatkan sisa nasi agar tidak dibuang;
  2. Tidak perlu membeli pakan;
  3. Memiliki kandungan protein dan karbohidrat yang cukup untuk mempercepat pertumbuhan dan meningkatkan bobot ikan;
  4. Dapat dicampur dengan bahan pakan lain seperti dedak, sisa sayuran, dan ampas kelapa.

Kekurangan:

  1. Terkadang teksturnya sudah lembek dan berair;
  2. Memiliki bau yang tidak sedap;
  3. Kandungan nutrisinya tidak terjamin masih optimal;
  4. Beresiko mengandung banyak bakteri yang dapat mengontaminasi ikan nila. Dampak lebih luasnya adalah dapat menyebabkan keracunan bagi yang mengonsumsi ikan tersebut.

Sisa Roti

Kelebihan:

  1. Mampu menekan biaya pakan karena harganya murah;
  2. Memanfaatkan roti agar tidak dibuang sia-sia yang justru berpotensi menambah masalah pada lingkungan;
  3. Cocok dijadikan sebagai pakan alternatif yang kandungan nutrisinya cukup memadai yaitu protein, lemak, abu, dan energi metabolis.

Kekurangan:

  1. Beresiko mengandung jamur atau mikroorganisme yang memicu mikotoksin berupa afltoksin. Kandungan tersebut sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kematian pada ikan bahkan hewan lain;
  2. Beresiko membuat ikan keracunan amonia karena kegagalan dalam menguraikan amonia menjadi urea. Akibat fatalnya adalah kematian.

Tepung Cacing

Kelebihan:

  1. Mempercepat pertumbuhan ikan secara optimal karena kandungan proteinnya sangat tinggi yakni 63,06%;
  2. Memiliki kandungan lemak sebesar 18,5% dan kandungan karbohidrat sebesar 12,59%;
  3. Berfungsi sebagai anti mikroba;
  4. Dapat dibuat sendiri karena bahannya mudah ditemukan dan prosesnya tidak rumit.

Kekurangan:

  1. Harganya relatif mahal apalagi jika membeli dalam jumlah yang banyak;
  2. Harus meluangkan waktu untuk membuatnya sendiri agar menghemat biaya dan mendapatkan jumlah yang mencukupi untuk ikan;
  3. Harus tahan dengan cacing karena prosesnya mulai dari membersihkan hingga menjemur.

Baca Juga: Cara Jitu dan Mudah Budidaya Ikan Nila Hingga Panen!

Pakan Ikan Nila Buatan

pelet ikan nila

Tepung Bekicot atau Keong Emas

Pakan ini terbuat dari bekicot yang telah melalui proses perebusan, pengeringan, dan pengirisan hingga kecil. Tepung bekicot memiliki kandungan antara lain protein tinggi sebesar 59,27%, lemak sebesar 3,62%, fosfor sebesar 0,85% dan kalsium sebesar 6,40%. Selain itu, kandungan serat kasarnya pun hanya 2,47% yang merupakan kadar aman bagi ikan nila untuk menunjang pertumbuhannya.

Selain untuk pakan nila yang sudah besar, tepung bekicot juga dapat dimanfaatkan untuk pertumbuhan benih ikan nila. Laju pertumbuhannya antara 2,31% hingga 2,40% dengan pemberian makan sebanyak dua kali sehari. Sedangkan untuk tingkat kelulushidupan mencapai 100%.

Tepung Ikan Rucah

Pakan ikan nila yang menggunakan bahan ikan rucah dibuat melalui proses pembersihan, perebusan ikan, penjemuran hingga menjadi tepung. Kadar protein yang dimiliki tepung ikan runcah sekitar 58,02%, kadar lemaknya sebanyak 13,39%, kadar fosfor 4,12% dan kadar kalsiumnya 4,36%. Dengan kandungan tersebut, akan berdampak positif pada peningkatan nilai gizi ikan nila.

Maggot

Popularitas maggot sebagai pakan ikan menjadi lahan bisnis yang banyak dilirik. Maggot adalah bentuk larva berwarna kecokelatan dari serangga Black Soldier Fly. Tidak main-main, kandungan protein yang dimiliki maggot cukup tinggi hampir 50%. Dengan kadar tersebut sudah mampu untuk memenuhi kebutuhan protein pada nila sehingga merangsang pertumbuhan yang lebih cepat.

Pelet

Aqua Friends pasti sudah mengenal pelet sebagai pakan ikan karena penggunaannya memang sudah meluas. Pelet memiliki bentuk menyerupai pil kecil yang ideal untuk dimakan oleh ikan. Keunggulan dari pelet adalah memiliki kandungan gizi yang sudah ditakar secara seimbang, seperti kandungan protein minimal 35%, karbohidrat antara 15 hingga 20%, lemak antara 4 hingga 16%, dan mineral serta vitamin. Dengan begitu, ikan tumbuh optimal.

Memilih pakan ikan nila harus mempertimbangkan kandungan unggulan yang dimiliki, ketersediaan bahan, kualitas pakan dan biaya. Keunggulan dari pakan alami adalah tahan lama, tidak merusak kualitas air kolam, dan mudah dicerna walaupun membutuhkan waktu produksi yang lama. Sedangkan pakan buatan tidak membutuhkan perawatan khusus, dan tersedia berbagai pilihan sesuai kandungan nutrisi yang diinginkan. Namun, membutuhkan biaya lebih dan waktu untuk ikan beradaptasi.

Hai! Aku Ade, alumni Informatika - Universitas Muhammadiyah Surakarta. Tertarik dengan dunia ikan dan aquascape dan tentu dengan hal-hal menarik lainnya. Mari berteman! :)

Tinggalkan komentar